Baca Berita



Sore Ini, Presiden Jokowi Dijadwalkan Tiba di Biak Paginya Akan Hadiri Puncak STC 2023

Sore Ini, Presiden Jokowi Dijadwalkan Tiba di Biak Paginya Akan Hadiri Puncak STC 2023



Penulis : Admin | Tanggal Publish : 22 November 2023

SAIL TELUK CENDERAWASIH. Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan tiba di Biak, Rabu (22/11/2023) sore ini. Presiden akan bermalam di Biak dan pada pagi harinya, Kamis (23/11/2023) akan menghadiri Puncak Sail Teluk Cenderawasih Tahun 2023.

Presiden juga dijadwalkan pada Rabu sore akan melakukan tatap muka langsung dengan kurang lebih 180 murid SD dari berbagai kabupaten yang ada di Tanah Papua, di Swissbel Hotel Cenderawasih Biak. Murid-murid itu akan disiapkan untuk demo GASING ( belajar dengan metode berhitung gampang asik dan menyenangkan).

Sekedar diketahui, Sail Teluk Cenderawasih (STC) Papua 2023 akan berlangsung dari tanggal 21 – 27 November di Kampung Samau, Distrik Biak Kota. Berbagai kegiatan digelar mengisi acara sail yang ke-13 itu.

Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd pada ceremony pembukaan, mengatakan, momentum Sail Teluk Cenderawasih (STC) Papua 2023 akan digunakan untuk mempercepat laju pembangunan dengan mengoptimalkan pengelolaan potensi yang ada.

"Melalui momen STC Papua 2023 ini, kita akan optimalkan pengelolaan potensi perikanan dan kelautan yang kita miliki,” kata Herry Naap pada pembukaan STC Papua 2023 di lokasi UMKM di eks dermaga BMJ Biak, Selasa (21/11/2023) malam.

“:Sya berharap ikan tuna dan kerapu di Biak Numfor, ikan baramundi dan kerapu di Kepulauan Yapen serta udang maupun kepiting di Waropen dan Sarmi, dapat digenjot menjadi ‘emas biru’ yang ada di Teluk Cenderawasih untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua," lanjutnya.

Dikatakan, kabupaten-kabupaten yang ada di wilayah Teluk Cenderawasih tidak memiliki emas kuning, namun punya emas biru yang luar biasa ( sumber daya alam laut).

“Kami mohon Kementerian Pariwisata, KKP, Kementerian Invetasi dan kementerian terkait, bantu infranstruktur di 4- 8 kabupaten / kota di Papua,” pintahnya.

Infrasrtukur yang dimaksud adalah infrastruktur perikanan yang luar biasa sehingga potensi Ikan tuna sebesar 1,1 juta ton pertahun yang ada di Papua dapat diekspor sehingga dapat menyumbangkan devisa bagi negara.

Wilayah Saireri dan Tabi menurut Herry Nap mempunyai emas biru yang akan memberikan kontribusi terbesar bagi negara sebesar Rp 17,5 hingga Rp 20 triliun pertahun.

Untuk itu, dirinya meminta kepada pihak kementerian untuk membangun infrastruktur perikanan bagi 8 kabupaten dan 1 kota di Papua, agar rakyat Papua sejahtera dan tidak terus meminta uang ke Jakarta, tetapi dapat menyumbangkan pendapatan bagi negara.

Lanjut Herry Nap, Kabupaten Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Waropen dan Sarmi, patut bersyukur karena perjuangan menghadirkan STC Papua di Saireri berlangsung cukup lama dan baru berhasil dijawab pada tahun 2023 untuk dilaksanakan di Kabupaten Biak Numfor. (**/HUMASPRO BIAK).