Baca Berita



Hati-Hati, Ada Akun Palsu Facebook Bupati Minta Uang Dengan Janjikan Jabatan

Hati-Hati, Ada Akun Palsu Facebook Bupati Minta Uang Dengan Janjikan Jabatan



Penulis : Humas Pro Biak | Tanggal Publish : 27 Juli 2022

CATUT NAMA BUPATI. Sejak selesai seleksi jabatan eselon II yang dilakukan beberapa waktu lalu, nama dan foto Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si,,M.Pd dicatut jadi akun palsu di Facebook (FB), dalam beberapa waktu terakhir.

Orang yang tidak bertanggungjawab itu menggunakan akun palsu itu dengan meminta uang kepada sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Pengguna akun palsu itu menjanjikan sejumlah jabatan dengan meminta uang.

Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun oleh Humaspro Biak, nama akun palsu yang menggunakan foto dan nama Bupati Herry Naap itu meminta uang dengan janji mengiming-imingi pejabat jabatan dengan meminta uang administrasi.

Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd saat dikomfirmasi juga membenarkan kejadian itu. Bahkan dirinya sudah langsung mendapatkan foto akun palsu itu, termasuk informasi dari stafnya.

“Jadi sudah ada beberapa pegawai yang dimintai uang, awalnya meminta berteman, lalu menjanjikan jabatan dengan catatan ada uang adminsitrasi pengurusan berkas. Jadi itu informasi yang disampaikan dan berhasil dihimpun di lapangan,” ujar Bupati.

Salah satu ASN yang juga sempat dijanjikan jabatan dengan dimintai uang, juga mengaku awalnya sudah beberapa kali diimbox untuk berteman, namun karena merasa sudah diminta berteman bebera kali di Facebook makanya dikonfirmasi pertemanannya.

“Jadi ketika saya terima pertemanan itu, ternyata cat saya dan menawarkan jabatan dengan alasan akan ada pelantikan. Lalu meminta uang untuk mengurus berkas, tapi saya tidak layani, karena saya langsung curiga ketika minta uang,” tandas salah satu ASN Setda Biak Numfor yang tidak mau dikorankan Namanya.

Terkait dengan itu, Bupati Herry Ario Naap meminta jajaran ASN untuk tidak percaya siapapun yang mengatas namakan dirnya (Bupati) meminta sesuatu apalagi dengan iming-iming sesuatu, termasuk jabatan.

“Saya tidak pernah menggunakan Facebook lagi, jadi kalau ada yang mengatasnamakan Bupati itu tidak benar, apalagi meminta sesuatu dengan iming-iming jabatan. Saya sudah minta supaya ini ditelusuri,”